Tata Cara dan Doa Shalat Witir


Doa dan Mukjizat Nabi Isa Semasa Hidup

Witir merupakan salah sholat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Kapan bolah dilaksanakan sholat witir? Dalam hal ini, para ulama telah sepakat bahwa waktu shalat witir tidaklah masuk kecuali setelah Isya’ dan waktunya tetap berlangsung hingga Shubuh.

Dari Abu Bashra Radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Artinya : “Sesungguhnya Allah Subhana wa Ta’ala telah memberi kalam tambahan shalat, yaitu shalat witir, maka shalat witirlah kalian antara waktu shalat Isya’ hingga shalat Shubuh.”

Iman Ahmad meriwayatkan, bahwa Ibnu Mas’ud berkata : “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir pada awal malam, pertengahan dan akhir malam.”

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma, ia berkata,”Setiap malam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat witir, sejak awal malam, pertengahan dan akhir malam, dan shalat witirnya ini berakhir hingga waktu sahur.”

Waktu Shalat Witir Yang Paling Utama 

Yang paling utama adalah mengakhirkan pelaksanaan shalat witir hingga akhir malam, hal ini diperuntukkan bagi orang yang yakin bahwa dirinya akan bangun (di akhir malam), berdasarkan hadits Jabir Radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

Artinya : “Barangsiapa yang khawatir tidak bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir pada awal malam. Dan barangsiapa yang bersikeras untuk bangun pada akhir malam, maka hendaklah dia melakukan shalat witir di akhir malam, karena shalat di akhir malam itu disaksikan (oleh pada malaikat), dan hal itu adalah lebih utama.”

Selain itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pun sering melakukannya di akhir malam. Dalam hal ini, disebutkan dalam dua kitab shahih dan yang lainnya beberapa hadits dari sejumlah sahabat yang menjelaskan bahwa beliau melakukan shalat witir di akhir malam, bahkan pada sebagian hadits tersebut dijelaskan tentang perintah menjadikan shalat witir sebagai akhir dari shalat malam. Tidak hanya seorang yang mengatakan bahwa pendapat ini adalah pendapat seluruh ulama.

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu anhu, ia berkata, saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Artinya : “Orang yang tidak tidur sebelum melakukan shalat witir, adalah orang yang teguh (iman-nya).”

Jumlah Rakaat Shalat Witir

Shalat witir ini tidaklah memiliki jumlah rakat tertentu, namun jumlahnya yang paling sedikit adalah satu rakaat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Shalat witir itu  satu rakaat di akhir malam.” (HR.Muslim).  

Dab tidak dimakruhkan melakukan shalat witir hanya satu rakaat saja, hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam :

“Dan barangsiapa yang senang melakukan shalat witir satu rakaat, maka hendaklah dia melakukannya.”

Sahalat witir yang paling utama adalah sebelas rakaat, yang dilakukan dua rakaat dua rakaat, dan diganjilkan dengan satu rakat, berdasarkan ucapan ‘Aisyah Radhiyallahu anhuma :

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melakukan shalat malam hari sebanyak sebelas rakat dengan mengganjilkan diantaranya dengan satu rakaat.” 

Doa Witir Lengkap

Berikut doa witir lengkap yang bisa anda baca setelah sholat witir :

Allahumma inna nas’aluka iimaanan daiman, wan’asaluka qalban khaasyi’an, wanas’aluka ‘ilman naafian, wanas’aluka yaqiinan shaadiqon, wanas’aluksa ‘amalan shaalihan, wanas’aluks diinan qayyiman, wanas’aluka khairan katsiran, wanas’alukal’afwa wal’aafiyata, wanas’aluksa tamaamal ‘aafiyati, wanas’alukasyukra ‘alal ‘aafiyati, anas’alukal ghinaa’a ‘aninnasi.”

Artinya : “Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyu, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang sholeh, dan kami mohon tetap dalam agam Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan.”

Have any Question or Comment?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *